Mak Erot Cigadog

 Merdeka.com - Keluarga Mak Erot menyambut positif rencana pengembangan destinasi wisata kesehatan pemerintah. Pariwisata saat ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mendatangkan devisa negara.


Hal ini disampaikan oleh Haji Baban (45 tahun) bersama adiknya Haji Rohmatullah (37 tahun) yang merupakan cucu langsung dan penerus bisnis vitalitas Mak Erot. Perlahan sejak pekan lalu pasien mulai berdatangan berobat ke Cisolok, Sukabumi didukung perbaikan jalan menuju lokasi di Kampung Cigadog.

Sejak kematian Mak Erot pada 2008 silam, tercatat lima cucu Mak Erot meneruskan usaha pengobatan pijat alat vital yakni H.Baban, H.Rohmatullah, Alif Abdillah, Bubun, Bibin. Keluarga Mak Erot biasanya mematok tarif pengobatan antara Rp 700.000 hingga Rp 3,5 juta tergantung jenis layanan dan penyakit pasien.


Sepuluh hingga dua puluh pasien setiap harinya mendatangi kelima cucu Mak Erot. Mereka kebanyakan berasal dari kota-kota di Pulau Jawa dan para pekerja asing yang tinggal di Jakarta dan Bandung.


Metode yang mereka gunakan seragam. Menggunakan pijat simpul saraf pada bagian alat vital pria untuk menyembuhkan impotensi, ejakulasi dini atau pada bagian yang sakit lain seperti sakit pinggang, saraf kejepit, dan lain sebagainya.

Khusus untuk memperbesar alat vital pria, digunakan potongan bambu yang besarnya disesuaikan dengan keinginan pasien. Bambu tersebut kemudian diisi lemang atau ketan hitam yang sudah direbus untuk kemudian harus dimakan bersama buah terong muda oleh pasien.


Usai dipijat pasien dibekali ramuan air yang berasal dari rempah-rempah buatan sendiri untuk diminum selama 3 hari. Proses pemijatan hanya berlangsung sekitar setengah sampai satu jam. Metode tersebut sudah diwariskan bertahun tahun.

Ilmu pengobatan mereka bersumber dari leluhur, khasanah budaya lokal. Mereka memang mengakui banyak yang mengatasnamakan ataupun meniru metode pengobatan Mak Erot. Namun, sejatinya atau ilmu intinya, mereka tidak bisa melakukannya karena terdapat resep khusus. Seperti diperlukan laku puasa, dzikir, dan lain lain.

Komentar